DIKSI ATAU PILIHAN KATA
1. Pengertian Diksi
Diksi adalah pilihhan kata,maksudnya memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan suatu unsur sangat penting,baik dalam dunia karang mengarang maupun dalam tutur setiap hari.
Pilihan kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan apa yang ingin diungkapkannya dengan tepat ,baik lisan maupun maupun tulisan
2 MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF
Makna denotatif adalah makna yang wajar secara ekspulisit,makna yang wajar ini adalah makna yang sesuai apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif,makna denotatif disebut juga dengan makna konseptual.
Makna konotatif adlah makna asosiatif,makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial,sikap pribadi, dan kriteria tambahan yaang dikenakan pada sebuah makna konsptual. Makna konotatif sifatnya lebih profesional daripada makna denotatif . makna denotatif adalah makna yang umum,sedangkan makna konotatif adlah makna yang dikaitkan dengan suatu kondisi dan situai tertentu. Misalnya :
Rumah :gedung,wisma,geraha.
Penonton :pemirsa,pemerhati
Dibuat :dirakit,disulap.
Makna konotatif dan makna denotatif berhubungan erat dengan kebutuhan pemakiaai bahasa,makna denotatif ialah makna harfiah suatu kata tanpaada suatu makna yang menyertainya,sedangkan akna konotatif adah makna kata yang mempunyai tautan pikiran,perasaa yang menimbulkan nilai rasa tertentu
Makna denotatif adlah makna yang bersifat umum,sedangkan konotatif bersifat peribadi dan husus. Kalimat dibawah ini menunjukkan hal tersebut
“dia adlah wanita cantik” (denotatif)
“ dia adlah wanita manis” (konotatif)
Kata cantik lebih umum daripada kata manis.
3.KATA UMUM DAN KATA HUSUS
Kata yang aciannya lebih luas disebut kata umum,sedankan kata yang acuannya lebih husus disebut kata husus. Kata umum sering disebut superordinat,sedangkan kata husus disebut hiponim,contohnya:
Kata umum :ikan
Kata husus :gurami,lele,tawes,dll
Yang perlu diperhatikan yaitu pasnagan kata umum dan kata husus,yaitu harus dibedakan dalam pengacuan yang generik dan spesifik.
4.KATA KONKRIT dan ABSTRAK.
Kata yang acuannya semkin mudah diserap panca inndra disebut kata konkrit,seprti : meja,rumah,mobil,dll. Tapi,jika acuan kata tidak mudah diserap oleh panca indra kata itu disebut kata abstrak,seprti : ide,gagasan dan keinginan. Kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagsan rumit.
5 SINONIM.
Sinonim adlah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama,tetapi bentuknya berbeda.kesinoniman kata tidaklah mutlak,hanya kesamaan atau kemiripan.
Kita ambil contoh kata cerdas dan cerdik,kedua kata tersebut bersinonim,tapi kedua kata tesebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih berhubungan dengan maslah makna deotatif dan makna konotatif suatu kata.
6.PEMBENTUKAN KATA
Ada dua cara pembentukan kata,yaitu dari dalam dan dari laur bahasa indonesia. Dari dalam terbentuk kosa kata baru dengan dasar kata yang sudah ada,sedankan dari luar terbentuk kata baru melalui unsur serapan.
Dari dalam terbentuk kata baru,misalnya :
KATA DAYA SERBA
-tata buku daya tahan serba putih
-tata bahasa daya pukul serba pelastik
-tata rias daya tarik serba kuat
-tata cara daya serap serba tahu, dll
Dari lluar terbentuk kata-kata melalui pungutan kata misalnya :
-bank wisata
-kredit sante
-faluuta nyeri
-televisa candak kulak,dll Kita sadar bahwa kosa kata bahasa indonesia banyak di pengaruhi oleh bahasa asing asing.
Kata kata pungut adalah kata yang diambil dari kata-kata asing. Kata punngut ada yang dipungut tanpa diubah,tetpi ada juga yang diubah. Kata pungut yang sesuai dengan ejaan bahsa indonesia isebut bentuk serapan
Bentuk-bentuk serapan ada empat macam,yaitu :
1.kata yang sudah sesuai dengan ejaan bahasa indonesia yang termasuk kata-kata itu adalah: bank,opename,golf
2.mengambil kata dan menyesuaikan kata dengan ejaan bahasa indonesia. Yang termasuk kata-katanya adalah :
Subject subjek
Apotheek apotik
Standard standar,dll
3.menerjenahkan dn memadankan istilah-istilah asing kedalam bahasa indonesia. Yang tergolong dalam bentuk ini adlah:
-stating point titik tolak
-meet the press jumpa pers
-up to date mutaakhir
4.mengambil istilah yng tepat seprti aslinya karna sifat keuniversalannya. Yang termasuk ialah :
-the facto
-status quo
-cum laude dan
Ad hocc.
5.kita dapat juga menyekata dari bahasa daerah
6.berikut daftar beberapa kata serapan :
-configuration konfigurasi
-list senarai
-pavillion anjungan
-air port bandara,dll
Dalam menggunakan kata,terutama dalam situasi resmi kita perlu memperhatikan beberapa ukuran :
a kata yang dipakai dalam bahasa tutur/bahasa setempat dihindari. Contoh :
-nongkrong
-raun
B kata kata yang mengandung nilai rasa,cotoh :
-tuna netra buta
-tuna rungu tuli
-tuna wicara bisu
C kata yang lazim dipakai,dihindari,kecuali sudah dipakai. contoh :
-konon puspa
-dayu lepau
-laskar didaulat
7.KESALAHAN PEMILIHAN DAN PEMBENTUKAN KATA.
Kesakahan pembentukan kata, yang sering kita temukan,baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan,yaitu :
A penanggalan awlan “meng” contoh :
a, amerika serikat luncurkan pesawat bolak balik columbia (salah)
b, amerika serikat meluncurkan pesawat bolak balik columbia (benar )
B penanggalan awalan” ber”
Awlan “ber”- harus dieksplisitkan secara jelas, contoh :
a,sampai jumpa lagi (salah)
b,sampai berjumpa lagi (benar)
C Penyuluhan bunyi /c/ cont oh :
a, wakidi sedang menyuci mobil ( salah)
b,wakidi sedang mencuci mobil ( benar)
D Penyenggawan kata dasar
Penyenggawan kata dasar adalah ragam lisan yang dipakai dalam ragam tulis
E. Bunyi /s/./p/,/t/ yang berimbuhan meng / peng,,contoh :
a,semua warga negara harus mentaati peraturan yang berlaku, (salah)
b,semua warga negra harus menaati peraturan yang berlaku.(benar)
F. Awalan “ke” yang keliru,,,contoh :
a, mengapa kamu ketawa terus ? (salah)
b,mengapa kamu tertaawa terus ? (benaar)
8. UNGKAPAN IDIOMATIK.
Ungkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti. Unggkapan idiomatik adalah kata-kata yang mempunyai sifat idiom yang tidak terkena kaidah ekonomi bahasa.
Ungkapan yang bersifat idiomatik terdiri dari dua atau tiga kata yang dapat memperkuat diksi didalam tullisan. Beberapa contoh pemakatan ungkapan idiomaik adalah sbb :
a, menteri dalam negeri bertemu presiden SBY (salah)
b,menteri dalam negeri bertemi dengan presiden SBY (benar)
penjelas :yang benar ialah “bertemu dengan”,disamping itu,ada beberapa kata yang berbentuk seperti tersebut diatas. Yaitu :
a,sehubungan dengan.
b,sesuai dengan.
C,bertepatan dengan. dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar